August 15, 2008

Agama Hindu

Filed under: Kebudayaan Masyarakat Bali — Tags: , , , , — sahuta @ 5:26 am

Hindu Dharma / Agama Hindu adalah Agama yang dianut oleh sekitar 95% dari jumlah penduduk Bali, sedangkan 5% sisanya adalah penganut agama Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Kong Hu Cu. Tujuan hidup sesuai ajaran Hindu adalah Untuk mencapai keseimbangan dan kedamaian hidup lahir dan bathin.

Didalam usaha mencapai tujuan itu, masyarakat Hindu mewujudkannya melalui (1). Tatwa / Filosofi, (2). Susila / etika, norma, (3). Upacara / yadnya, yang kemudian dijabarkan ke dalam beberapa ajaran keyakinan.

1. Tattwa (Philosophy) dibagi menjadi 5 kepercayaan utama yang disebutPanca Crada (dibaca Panca Srada) atau lima kepercayaan yang mendasar

Brahman - Percaya kepada adanya Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa
Atman - Percaya akan keberadaan roh
Samsara - Percaya akan adanya kelahiran kembali atau reinkarnasi
Karma Phala - Percaya kepada adanya hukum sebab akibat (Setiap orang akan memperoleh balasan atau hasil dari apa yang telah diperbuat olehnya)
Moksa - Percaya kepada kemungkinan menyatunya atman dengan Tuhan (Tidak lagi mengalami reinkarnasi). Moksa adalah tujuan akhir dari agama hindu.

2. Susila ( Etika ). Ajaran ini menekankan kepada Tiga cara berprilaku yang baik, yang disebut dengan Tri Kaya Parisudha, yaitu :Manacika(berfikir yang baik dan positif), Wacika (berkata-kata yang baik dan jujur), Kayika(berbuat yang baik ) Di samping itu, ajaran Hindu juga mengharapkan penerapan “Tat Wam Asi” dalam hidup sehari-hari “Engkau adalah aku juga” Dengan kata lain “Kita harus merasakan apa yang dirasakan orang lain”.
3. Upacara (Yadnya). Upacara ini ditujukan kepada lima aspek.

Dewa Yadnya - Upacara suci/ yadnya untuk Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Dewa/ Bathara
Pitra Yadnya - Upacara suci / yadnya yang ditujukan sebagai penghormatan dan bakti kepada leluhur.
Rsi Yadnya - Upacara suci / yadnya bagi para Rsi atau orang yang disucikan
Manusa Yadnya - Upacara suci /yadnya bagi umat manusia dari sejak lahir (bayi dalam kandungan).
Bhuta Yadnya - Upacara suci / korban suci untuk menetralisir pengaruh-pengaruh alam yang negatif termasuk dunia supranatural.

Agama Hindu adalah agama yang monotheistik, percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widi Wasa), Sang Hyang Tunggal, Sang Hyang Cintya. Oleh orang-orang hal ini sering disalah mengerti bahwa Hindu percaya kepada banyak Tuhan. Dewa / Bathara hanyalah manifestasi / sinar sucinya Tuhan. Kata Dewa berasal dari Bahasa Sansekerta “Div” yang berarti Sinar suci, Sedang kan Bathara berasal dari “Bhatr” berarti Pelindung. Dewa ataupun Bathara yang sering dimunculkan di Bali adalah Tri Murti / Trinity yaitu :

Brahma - Manifestasi Tuhan sebagai pencipta alam semesta dengan segala isinya,dengan diberi lambang Api.
Wisnu - Manifestasi Tuhan sebagai Pelindung/Pemelihara ciptaannya,yang dibori lambang dengan Air.
Siwa - ManifestasiTuhan sebagai Pemralina/Pelebur segala sesuatu setelah situasi, kondisi dan waktunya tiba.

Di Bali “Pendeta” itu umumnya dipilih dari golongan Brahmana yang mampu untuk memimpin upacara besar, sedangkan Pemangku/Mangku Pura, bertugas untuk menjaga dan memelihara Pura dan dapat memimpin upacara termasuk Panca Yadnya. Kitab suci agama Hindu adalah Weda yang berasal dari India, namun yang sampai di Bali adalah Catur Weda dan Weda Qirah yang hingga saat ini masih dipakai Pemangku atau Pendeta untuk memimpin upacara termasuk di dalam menjalankan kewajibannya. Di samping Weda, dalam ajaran Hindu juga dikenal kitab-kitab Purana, yang membicarakan tentang peranan Moralitas, ada juga dalam bentuk Maha Carita sepeti Mahabaratha dan Ramayana, dalam bentuk cerita Topeng, drama, opera, ballet dan sebaginya sebagai pengungkapan ajaran agama Hindu. Kepercayaan masyarakat Hindu Bali adalah kekuatan hidup yang meliputi kekuatan alam Pulau Bali yang sudah menggaung ke segala penjuru dunia.

Bali dengan penduduknya setiap hari menyanyikan lagu kasih sayang yang diperlihatkan dengan beraneka ragam rajutan dan anyaman sesajen terbuat dari daun kelapa muda, berlambang bunga semerbak wangi yang dilakukan hampir di setiap hari. Dengan pengorbanannya selalu memikirkan alam sekitar, menghaturkan sesuatu yang diperoleh kepada Tuhan, dengan harumnya aroma dupa di tangan, membaca mantra suci dengan gerakan tangan penuh makna, memercikkan air suci memohon keselamatan. Dengan prosesinya yang panjang atau dengan sederhana penuh kerendahan hati, gemar bekerja, memberkati anak-anak, memberikan senyum dan lambaian tangan persahabatan selalu dilakukan.

Di masayarakat Bali terasa adanya hubungan pencerahan, mereka merasakan dirinya dianugrahi perasaan yang tinggi, kekuatan dan keseiahteraan berkelanjutan dan di dalam hidupnya sehari-hari melalui keanekaragaman upacara agamanya. Orang Bali menganggap hidup ini adalah seni, menuju ketenangan dan kesunyian. Di mata Nehru, Bali adalah Dunia di pagi hari, sedangkan di mata orang Bali , Pulau Bali adalah Bali dalam kenyataannya, di Bumi, dengan Gunung Agung sebagai “pusatnya dunia”, sebagai tali pusar tempatnya dunia bersemi.

sumber : http://students.ukdw.ac.id

About these ads

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The WordPress Classic Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: