July 10, 2008

Pura Besakih (The Mother Temple)

Filed under: Objek Wisata — Tags: , , , — sahuta @ 6:06 am

Bali sering disebut sebagai pulau seribu pura. Hal ini di karenakan Bali memiliki lebih dari 11.000 bangunan pura. Bahkan beredar kabar bahwa jumlah pura melebihi jumlah rumah penduduk.

Dari sekian banyak pura yang ada di Bali, pura yang terbesar adalah Pura Besakih yang terdapat di Kabupaten Karangasem. Tepatnya di Desa Besakih Kecamatan Rendang. Selain sebagai pura terbesar di Bali, Pura Besaki juga dikenal sebagai pusat seluruh pura yang ada di Bali (the Mother Temple).

Pura Besakih berdiri di kaki Gunung Agung yang merupakan Gunung tertinggi di Bali. Pada tanggal 18 Maret 1963, Gunung Agung meletus dan menelan tak kurang dari 1.000 jiwa, dan menghancurkan desa-desa yang terdapat di sekitarnya. Namun anehnya Pura Besakih tak tersentuh sama sekali. Padahal jaraknya hanya 1 km dari puncak Gunung Agung.

Nama Besakih sering dikaitkan dengan Naga Basuki, yaitu sosok naga yang menjadi bagian keyakinan masyarakat di sekitar Gunung Agung. Dalam Bahasa Jawa Kuno, kata Besakih berarti selamat.

Pura Besakih merupakan komleks peribadatan umat hindu yang terdiri dari 22 bangunan pura. Pembangunanya di sesuaikan dengan konsep tri hita karana yaitu keseimbangan hubungan antara manusia alam dan tuhan. Penataan bangunan pura disesuaikan dengan arah mata angina agar struktur bangunanya dapat mewakili alam sebagai simbolisme adanya keseimbangan tersebut.

Setiap arah mata angina di Pura Besakih disebut mandala dengan dewa penguasa yang disebut “Dewa Catur Loka Pala”. Sebagai pusat atau poros dari keempat arah mata angina adalah Pura Penataran Agung Besakih yang merupakan pura terbesar di Kompleks Pura Besakih. Pura Penataran Agung Besakih merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa. Di sebelah timur Pura Penataran Agung Besakih terdapat Pura Gelap yang merupakan tempat pemujaan Dewa Iswara, di sebelah selatan terdapat Pura Kiduling Kereteg yang merupak tempat pemujaan dewa Brahma, di sisi barat berdiri Pura Ulun Kulkul yang merupakan tempat Pemujaan Dewa Mahadewa, dan di sisi Utara terdapat Pura Batu Madeg yang merupakan Tempat pemujaan Dewa Wisnu.

Di Pura Besakih sering diadakan ritual keagamaan yang lebih dikenal dengan nama piodalan. Puncak dari seluruh ritual tersebut jatuh setiap seratus tahun sekali dan disebut eka dasa rudra. Eka dasa rudra terakhir di gelar pada tahun 1979.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: